Katak Dalam Sumur.

Katak Dalam Sumur.

Seekor penyu berkulit lunak dari laut timur melewati sumur. Sekor katak di dalam sumur berkata : Hai! Kamu mau turun? Penyu itu berkata : Kamu senang tinggal disitu?Katak itu dengan sombongnya berkata : Tentu, kenapa tidak? Aku memiliki seluruh sumur ini sendirian, aku seperti raja. Ketika aku lompat, airnya menyangga bahuku dan aku mengapung dengan pipi diatas, Ketika aku menyelam ke dasar lumpur memijat kakiku. Pada malam hari setelah lelah berenang, aku melompat keluar sumur dan tidur di tepi sumur dan bermimpi hal yang aneh. Waktu fajar menyingsing aku berjalan mengelilingi sumur, aku gembira seperti ini setiap hari.

Tapi kepiting dan kecebong kecil yang tinggal di sumur tak sesenang aku, maukah kau datang dan melihatnya?
Katak

Katak itu berkata : Tidakkah kamu ingin masuk? Penyu itu berusaha masuk tetapi ia tak bisa masuk dan berkata : Tapi sumurmu terlalu kecil, aku tak bisa masuk. Katak itu berkata : Sumur begini besar! Bagaimana bisa terlalu kecil?

Penyu itu lalu berkata : Bicara tentang besarnya laut timur memang benar-benar besar. Katak itu bertanya : Apakah lebih besar dari sumurku? Penyu itu berkata : Laut timur begitu besar dan dalam hingga 1000 li tak cukup untuk menutupi luasnya dan 8000 kaki tak cukup untuk mengukur dalamnya.

Di masa raja Yu terjadi banjir selama sembilan dari sepuluh tahun, tapi isi air laut tak bertambah. Di masa raja Tang dan dinasti Zhang terjadi kemarau selama tujuh dari delapan tahun, tapi airnya tak berkurang. Laut timur adalah sesuatu yang nyata. Sumurmu tak berarti dibandingkan dengannya. Katak itu berkata dengan marah : dasar penipu.

Sumur membatasi katak, pengetahuan membatasi manusia. Pengetahuan membuatmu besar, tapi juga membuatmu kecil. Jadi kamu harus melebihi pengetahuan. Pengalaman seseorang mungkin dianggap kecil oleh orang lain, tetapi pengalaman orang yang belajar tentang kebajikan tak akan dianggap besar bagi orang yang tak punya pengalaman apa-apa.

Ada pepatah yang mengatakan :

Orang kaya tak akan tahu bagaimana rasanya miskin bila ia dilahirkan serba kecukupan, orang miskin tak akan tahu bagaimana rasanya kaya bila ia tak pernah kaya.

Orang miskin tahu mana yang jahat dan mana yang baik karena ia sering dijahati orang lain. Itu sebabnya dalam keadaan susah kita akan tahu bagaimana sifat orang lain dan dalam keadaan senang kita akan terlena dan tak bisa melihat kebenaran sejati.

Teman sejati akan muncul dan ada bila kita dalam keadaan susah dan kalau kita senang orang-orang disekitar kita akan seperti teman sejati. Umur bukanlah patokan yang sebenarnya, pengalaman adalah guru sebenarnya.

Semakin kita sering mengalami kesusahan kita semakin dewasa dan membuat kita semakin tahu arti hidup yang sebenarnya. Tak mudah menyerah dan tak merubah prinsip itulah inti dari Tao yang sejati.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Katak Dalam Sumur."

Post a Comment